Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Sunday, November 2, 2014

tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan
ahn
han han tuhan hant uhan tuh an tu tuhan han tuahn tuhan tu
han tuhan  tuah tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhant tuhan tuhna tuhan than
tuhan tuhan than tuhan tuhan tuhan tuhan tuh an tuh an tuh a n tuha nt tua n tu han tu
han tuhan tua tu han tu han tu ahn tu han tu ha n tu han tu ahn tu han tu hahn tu han tu han
tuhna tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tu han tuhan tuhan han tuhan tuhan tuhan
tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tu han tuh an tuhan tuhan tuhan tuhan
uahn tuhan tuhan tuhan tuhan tuhna tuhan thuan tuhhan tuahn tuhan tuhan tuhan
tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhna tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan

tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhant uhan tuhan tuhan tuhan
tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuahn tuhan tuhan tuhan tuahn tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuah tuhan tuhan tunn tuhan tuhan tuhan tuhan tuahn tuhan tuhan
tuhan tuan
tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan
tuhna tujan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhan tuhna tuhan tuhna tuhtuh
tuhn tuna tuhan tuhn tuhan tuhan tuhan tuhna
t

tuhna tuhna tuhan tuhtna utuhna tuhna tuhna tuhan tuahn
tuhan tuhan tuhan
tuhn
tuhan
tuh
thannn
tuhan
tu

tuh
an











































2 november 2014

Saturday, July 19, 2014

another translation to that opening act

I crave for you
Like thorns searing through buried memories
I know
I heard all of it.
I am here dying slowly
You are the moonlight in this darkness.
Flee and I will come to find you
The cold heart,
the thunder that leaves traces in its wake.
Love,
I have been addicted to you.

Saturday, July 12, 2014

(balasan)

Aku menantimu
Bagai kelopak layu yang menutupi duri-duri kenangan

Aku mengerti
Aku mendengar semuanya

Kita yang mati perlahan-lahan

Akulah kegelapan yang menyelimuti cahaya rembulan

Kau menghilang bagai asap yang pias menuju malam

Bara dalam hati
Ombak yang mengecup bibir pantai tanpa meninggalkan jejak

Cinta

Badanku meregang perih karena kehilangan


12 Juli 2014

(terjemahan opening act salah satu perusahaan boiben swasta)

Aku mengidamkanmu
Bagai duri yang menyayat kenangan-kenangan yang tertutup

Aku tahu
Aku mendengar semua

Aku yang mati perlahan-lahan

Kaulah cahaya rembulan dalam kegelapan

Aku berlari mengejar kau yang menghilang

Hati yang beku
Kilat yang tampak dan meninggalkan jejak

Cinta

Aku telah candu padamu

Tuesday, June 24, 2014

Kamu bercermin di bola mataku
Seakan-akan tatapanmu tulus
Lalu aku mundur, dan sadar
Pada akhirnya aku memang cermin
Tempat kamu bisa puas berlatih menatap

25-06-2014

Thursday, May 8, 2014

aku kembali bertanya,
apa keberadaanmu,
dan aku berpikir,
mungkin kita bisa tenggelam bersama,
di lautan racun biru ini.

delapan mei dua ribu empat belas
untuk kamu, ayam panir kucai mentega.
Lalu kamu menguleni mukaku seperti menguleni adonan. Kamu berhenti saat kamu menekan pipiku dan aku manyun sejelek-jeleknya.

“ini namanya pemanasan muka.”

candu bakar, 2

“hey,” panggilku pelan. Kamu tersenyum kosong pada bingkai ranjang.
“hey.” Aku menyentuh pipimu yang selalu panas.
“hm?” jawabmu pelan. Aku mengecupmu dan kamu tertawa aneh di sela kecupan. Aku berhenti dan melihat mata hitammu, uban kimiamu, sedih karena aku sedang tidak mengecup kamu.

Dengan kuatir aku menyentuh pinggangmu yang dihisap kering koyo-koyo hijau dan kamu segera memukul munggung tanganku. “geli tauk,” katamu, dengan rengekanmu yang hanya muncul saat kamu bukan kamu.

8 mei 2014
untuk kak luno, seperti semua puisi-puisiku yang lain

Thursday, April 3, 2014

Ngilu [ngēlo̅o̅]:
adjective

The cringe-inducing sensation commonly felt: i. by people with sensitive teeth when consuming very cold items; ii. upon hearing fingernails screeching against a blackboard; iii. when a bone is fractured; iv. when empathizing with another's physical pain

Thursday, March 6, 2014

Mabuk

Aku dimabuk rasa penasaran
Maka aku mengecupmu
Dan mengerti
Bahwa Tuhan Maha Pembohong.
Tidak pernah terjadi apa-apa.

6 Mar 2014
Bukan Mataku
Donna Nadira

Wednesday, March 5, 2014

Cintaku padamu cuma canda umbaran

Cintaku padamu cuma canda umbaran
Pesing, seperti kencing gembel diabetes di pojok-pojok kereta kota.
Cintaku padamu cuma dadi dolanan
Ringan, seperti helium dalam balon udara dan hela napas dalam kecupan.
Cintaku padamu cuma dasar cerita
Sederhana, seperti tembok putih perawan di kamar kosan.
Cintaku padamu cuma hilang dasarnya
Mudah, seperti bersepeda menuruni bukit untuk selama-lamanya.

5 Mar 2014
Donna Nadira

Saturday, February 15, 2014

Sssh, tenang. Tenang.
Aku berjanji akan diam dan menutup mata
Asal kamu percaya pada aku
Dan mengizinkan aku menggurat lebam-lebam ini di lenganmu
Lihat aku dan lihat kita
Darahmu yang hijau dan uratku yang biru
Demi Tuhan, lihat aku.
Darahmu yang hijau dan uratku yang biru.

15-2-2014

Friday, February 14, 2014

biar aku tetap madu

Biar aku tetap madu aku izinkan kamu jadi sengat
Kamu adalah cinta tak terbalaskan

Biar aku jadi titik api kubakar kamu dalam laun pantikan
Kamu adalah papan punggung dan pelampiasan

Biar aku tetap candu kusuntik kamu selinting dadah
Kamu adalah kulit sintetis dan karet kebesaran

Biar aku jadi cantik aku letakkan.
Kamu adalah sepuluh gerbong kereta coklat dan dua puluh empat juta mimpi kemudian.

14-2-2014

Monday, February 10, 2014

Mereka kira kamu diabetes, tiap pagi harus menyuntikkan sebotol cairan kecil di paha. Kamu bilang ini penghilang rasa sakit, padahal ini pemakan rasa sadar. Kamu murka dan mendorong Abang Tirta saat dia bertanya ada kardus apa di bawah kasurmu. Andai saja kamu lebih teliti, lebih pandai berbohong seperti Dian. Aku yakin setidaknya ada tiga orang yang hidupnya bergantung pada morfin di antara kita.

Saat aku mengangkat tepi bawah kausmu, aku harus berpura-pura tidak iba melihat semua koyo hijau yang menempel seperti lintah di punggungmu. Matamu lebar dan buram, gemetar. Aku tahu kamu belum sadar.

Monday, January 20, 2014

The Rhythm to My Blues

the land I fall upon
the fins to my feet
the prince to my tale
the rhythm to my blues
the i to my love you
the saucer to my cup
the mass in my muscles
the rhythm to my blues
the cheese to my pasta
the lights to my home
you're my dance for two
the rhythm to my blues
the larynx to my throat
the vein to my neck
the hands i hold on to
the rhythm to my blues



Just something I wrote at the end of 2013 to the thought that R&B stands for Rhythm & Blues, homages to my favorite song lyrics that include mermaids and angel wings, and homages to my favorite people that include larynxes and muscle masses.

Tugasku Membetulkan Dasimu

(sensitive content that a little girl is not supposed to have written)

Iri

Aku iri. Semua orang nampak dimabuk cinta. Sedang aku sendiri, meratapi rindu yang bahkan hilang di ambang jaringan kawat. Aku menatap jemari tambunnya menari di punggung tangan dia dari ujung mata. Aku merasa jijik di pangkal lidah, tapi cemburu di dasar hati.
Aku tersenyum masam. Kapankah nanti? Aku ingin tersenyum pada sepasang mata di bawah matahari sore, dengan bukaan terlampau lebar dan pantikan terlampau lambat, tanpa harus merasa bersalah di ujung tenggorokan.
Dia menari. Lugas. Aku dari tepian merekam ia yang dilukis cahaya jingga. Dalam benakku, dengan bukaan lebar dan pantikan lambat, begitu indah, sedang menari untuknya.

Sep 23, 2013

Mutiara

Tiap ruas jasadmu adalah butir-butir mutiara
Dan tiap gerik adalah pujian tanpa kata
Aku tertunduk malu menyesali diriku sendiri
Bakar janus, bakar wajah di belakang kepalaku
Agar tidak ada yang tersisa dariku kecuali diri yang pantas
Aku tidak ingin menjadikanmu alasanku.

21-12-2012
donna nadira

Kepada Jiwa Kasih

Keluar kamu! Keluar kamu dari selongsong badanmu!
Agar aku tahu bahwa detak jantungku yang berlari ini tidak singkat atau semu.
Keluar! Keluar kamu dari matamu!
Agar aku bisa tenang karena hanya udara yang menatapku.
Diam kamu! Sobek dengan baik laringmu jadi berutas-utas daging
Agar aku bisa menikmati kesunyian yang sebenar-benarnya dengan damai
Keluar kamu dari badanmu! Pergi!
Agar aku tidak harus takut pada syaraf-syaraf di badanku

19-12-2012

Monday, June 10, 2013

anak manusia itu

anak manusia itu

ini cintaku padamu, kuletakkan di telapak tanganku sebagai sebuah gumpalan menyala
lalu kurajut perlahan dengan jariku yang tidak pandai atau teliti
agar segumpal cinta itu menjadi selimut, menjadi jubah
yang akan selalu melindungimu dari hujan dengan kelembutan.

ini cintaku padamu, utuh dan padat, meski lelah dan penuh gurat,
dalam sekotak nasi goreng yang dibungkus dari rumah
agar aku berubah menjadi tenaga dalam dirimu
meski hambar dan tidak bercampur sempurna

ini cintaku padamu, dalam buram dan temaram titik fokalmu yang terlampau dangkal
dalam kecupan dalam kotak kargo, yang kuharap suatu hari nanti akan sempat sampai.

10-6-2013