Showing posts with label Karena Jatuh Cinta. Show all posts
Showing posts with label Karena Jatuh Cinta. Show all posts

Thursday, June 6, 2013

Checkpoints in Life

I wish peace to you all. Assalamu'alaikum.


...takes a bit of courage to write that.

Right. So.

I originally wanted to write this exactly last week, when I had just graduated, as some kind of graduation celebratory post. I'm losing my writing skills in both languages, really. Ugh.

So, on May 30th 2013 we are now pronounced as graduates of 28 High. Phew. That can sound really big to people who often hear of our school, but to us, it's just... a part of growing up. Before I start to get feely all over again, should I just make this as a diary post like I originally intended to?

Right.

So the fuss started at 5.00 when we arrived at a salon nearby for makeup. I can't do makeups, like really. The person taking care of me is a T/Q, but she was really kind. I went to the building located at Tebet with my mom from there at 5.50 AM. I learned the previous day on the rehearsal that the graduates were going to have some kind of grand entrance parade. Apparently, our entrance parade leader was the top-notch local heartthrob of the era. Girls started whispering around and combusting frantically. Some really chronic stirring and spewing happened among some really chronic fangirls, but then, nothing else happened.

The entrance parade, especially the standing order, was really complicated but then I realized that it was for the sake of entering the hall and taking seats neatly. (we were given seat orders and standing orders according to that). It all went well, with graceful walks on the red carpet and whatnot.

My class entered the last (thanks to the major-based listing). We wore purple dresses and ties.

We sang the national anthem, and the school anthem, and stuff. There were dancing performances by the sophomores, and then, the graduation ceremony. People walked up the stage to get their graduation medals and a picture, called up by alphabetical order and being applauded for the schools they've managed to get into through the Progress Card Process. Only a 'meager' 1/3 passed the selection and I really wonder why people are still thickfaced enough to take the selection even though they don't rank well in class. Don't get offended though I'm just saying, I'm a lazy moron too you know.

This lazy moron was one of the last--the ninth number in class--to come up the stage. They called my name and mentioned the school where I'm admitted. People were already tired of applauding for 200 students, but then, they applauded for me. It's not that I was being applauded, it's that I have a lot of responsibilities for that big name. My faith, my mother, my mother's money, my people, my pride. My dreams that I highly fear.

The booming sophomore idol, our Vice Principal's tabby daughter, came popping out of nowhere like a mutated daisy. I've always been a fan of her, although I do admit that her voice is an 'acquired taste'--not your ordinary vocal-school-favored voice.

The other surprise was my long-time idol, Tompi and The Doctor (I am sorry I always forgot your name, Maam, but I just love you sfm, really.). They scat and I scatter, okay. They're gorgeous.

Show over. I walked around to get as many pictures with my friends as possible. It's weird how people you always think were bitter to you, actually like you. Or maybe just for the day, or maybe just for the name, we will never know.

To C if you happen to read this post, I'm sorry I can't hold it down when I know I'm supposed to.



Over and out. MGBU.

Sunday, January 17, 2010

Staring

 “What's that? A monkey?” I asked, pointing your tiny phone display.
“A mixture of a monkey, a human and a fish,” you said, facing me, and then it took back your attention.
Beautiful—you, not the game.
And you then wandered back in that .jar applet. Seeing your monitor so seriously, with your thumbs busy with the keypads.
I could only stare at you, pretending to be so curious of why are you so serious. I didn't know how much did I let my eyes stare at you.
I kept on shouting in my heart, when I was just sitting on your left, facing you with a body-folding position curling your back.
I'd really want to explain it but words aren't flowing as usual.
I could only stare at you. Seeing your spear-sharp eyes stabbing the tiny monitor, colorful lights landing on your face, your lenses, your lips.
Twice the speaker holder made the speaker face my ear, torturing me that was sitting right beside it. I thought he was just kidding.
But I just realized that what he did was trying to take me back to reality, reminding me that I was staring at you for too long.

Yes, sweetheart, we have our own games.

Friday, October 30, 2009

Kekuatan Cinta

Sumpah judulnya cuih abis. Wakakak. Hanya laporan singkat yang menyatakan bahwa project Zeta is almost almost done. Tinggal ditambahin tangan yang bisa muter :) Coba deh liat:

(eh ternyata gabisa ngaplot foto) Maaf kawan-kawan, foto gabisa diaplot dan dipajang, harus didonlot... Ya kalo penasaran sih silakan donlot, kalo nggak ya yasud..
Attachment: Foto ke-009.jpg

Thursday, August 13, 2009

Sakamichi

Sekarang kau membenciku dan hari ini aku merindukanmu.
Dan memang itu artinya.

Maaf.

13-8-2009
Donna Nadira
meadow

Sunday, August 2, 2009

Projek Beta: On the Go

Yosshaaa~!!!! Projek Beta kali ini akan berisi laporan tentang Projek Gamma dan Projek Delta tentu saja. Baiklah, laporan dimulai:

Projek Gamma:

SUDAH SELESAI, AT LAST~ Aaa leganya.. Kukira tidak akan berat pada awalnya, tapi sebulan mengerjakan itu ternyata cukup menguras pikiran.
Baik, laporan yang garing.

Next...



Projek Delta:

Akhirnya dimulai juga!!! Setelah menanti sekian lama sebelum gamma selesai, seminggu setelah gamma akhirnya kumulai membuat prodel a.k.a. projek delta! Kesan pertama: Susah mencari warna. Kan ceritanya itu di malam hari, nah saat melihat lahan garapan, saya bingung untuk mulai dari mana. Hebat. *big applause*

Kesan kedua: Nakal. Entah mengapa.

Kesan ketiga: "Oke... Kenapa warnanya nyampur begini?"

Kesan keempat: "An**it, kenapa warna jalannya jadi kaya warna excrete ayam?!"

Kesan kelima: Oke, kita lanjutkan besok.



Yapp sooooow~~ Ada yang tau warna aspal/paving block malem-malem gak? Kalo tau, email gambar berisi warna itu yaa~

Friday, July 31, 2009

Dihantui Waktu

Sebetulnya kalo dibilang puisi, kurang tepat juga sih.. Ini ya.. sejenis word art khas anak prenstah iseng. Ini aku buat tanggal 26 Februari 2009, beberapa waktu sebelum guruku pergi (dari sekolahku, jangan cari makna konotatif lain). Kenapa 'dihantui waktu'? Karena beliau perginya hari Senin. Rasanya 5 hari itu sedikit, mana gitu 5 hari = Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu. 3 hari doang sebetulnya. Makin dikit aja sisa hari itu. Aku dulu sebel banget, persis anak kecil. Pertama aku baca email yang berisi berita itu, aku langsung nangis, diliatin Galih dan Rico yang bingung, soalnya waktu itu hari Selasa, lagi afternoon class fotografi. Dan anehnya, setelah ngeclose window email, waktu aku buka email lagi, surat itu udah ilang entah kemana. Dicari ke semua folder gak ada. Surat ajaib. *T^T Menangis...* Dan yaa... aku post ke mp hari ini. Sambil memikirkan apa prodel akan berhasil tiba dengan selamat setelah merangkak ke tujuannya atau tidak satu september nanti. Well yeah, so here's my stupid word art:



     Dihantui waktu                                     Dihantui waktu
 Dihantui waktu Dihantui                      Dihantui waktu Dihantui
 Dihantui waktu Dihantui waktu       Dihantui waktu Dihantui waktu
 Dihantui waktu Dihantui waktu  Dihantui waktu Dihantui waktu Dih
   antui waktu Dihantui waktu Dihantui waktu Dihantui waktu Diha
     tui waktu Dihantui waktu Dihantui waktu Dihantui waktu Dih
       antui waktu Dihantui waktu Dihantui waktu Dihantui wak
          tu Dihantui waktu Dihantui waktu Dihantui waktu Di
             antui waktu Dihantui waktu Dihantui waktu Diha
                ntui waktu Dihantui waktu Dihantui waktu Di
                    hantui waktu Dihantui waktu Dihantui w
                       aktu Dihantui waktu Dihantui wak
                          tu Dihantui waktu Dihantui w
                             aktu Dihantui waktu Dih
                                antui waktu Dihantu
                                   i waktu Dihantui
                                        waktu Di
                                          hantu
                                              i


26-2-2009
Donna Nadira

Thursday, July 30, 2009

Main(2)

Baik, aku belajar,
kau tetap bermain.
Aku tahu kau sudah bosan dengan benteng dan petak umpet.
Karena itu kau minta pak guru memanggilku.
Dan,
aku belajar,
kau tetap bermain.

Padahal aku masih punya pistol daun pisang
dan benteng raksasa yang belum aku tunjukkan.

Apalah.

Selamat main bola

29-7-2009
Donna Nadira
yang berharap kita masih bisa main benteng
saat kau tidak sibuk main bola

Monday, July 13, 2009

Tiga Belas Juli

Payah. Kukira dengan mudahnya bahwa sejarah akan terulang. Orang-orang menatap kagum, aku yang ikut kagum.
Padahal hari ini kita diam.
Tidak ada senyum hari Selasa,
tidak ada mencuri,
tidak ada nakal melirik,
dan tidak ada tindakan gila, mengingat senyumanmu dan kebodohanmu yang tiba-tiba hilang.

Mungkin karena tanggal dua belas Juli adalah hari Minggu?
Kepercayaan yang bodoh. Hal seperti itu hanya kebetulan.
Mungkin aku harus menunggu sampai dua belas Agustus.
Entahlah, aku tidak yakin. Itu hanya kepercayaan a la gadis kecilku saja.

Sepertinya tanpa kata pun kita sudah berjanji untuk tidak saling menatap.

13-7-2009
Donna Nadira
yang berharap akan melanggar janji tanpa katanya itu.

Saturday, July 11, 2009

Laporan ProBet 3!!!

Donna here! *ngikut gaya blog artis jepun*

Lapor sodara-sodaraa! Projek betaa! Beta masihmengerjakaaan projek gammaa! *maaf mulai menjurus ke sara haha*

Oke, projek gamma udah 70an% lah YAAAYYY!!! Doakan minggu depan selesai ya, soalnya mau langsung mulai projek delta. Buat ProDel sendiri, udah beli peralatan tempur kemaren. Baguslah. Mulai ngesketch dan blablablaa~

Oke probet selesai, kita ganti topik yaa..

SUDAH BACA POSTING INI?? Tentang betenya dirikuw soal menjadi pihak sejenis penengah itu yahaha~

Membetekan. Couple 3, sang orang tenar dan ia-yang-pada-akhirnya-mbuntut-tenar, itu begitu menyebalkan lalalala~ Maaf ya postingnya geje hahaha~ Ih gila kangen abis mau ngepost. I don't have any specific idea anyway, makanya geje.

Apa ya? Gak ada ide nulis nih, payah T_T

Oh udah! I just discovered that DH has the same language majors as Erdi-chan. Like whoa.

Kalo ada ide yang bisa di-mp-kan bilang yaa... mau nulis nih T_T

-Donna-
*masih mengikuti gaya blog artis jepun*

Wednesday, July 1, 2009

Projek Beta

Udah beberapa hari gue ngikutin blognya Raditya Dika, dan ia berkata bahwa ia akan memulai Proyek Alfa, yaitu membuat daily diary tentang buku kelimanya yang gak kunjung kelar, serta pekerjaannya yang menumpuk. Jangan salah, meskipun ia selalu menulis tentang pengalaman gila, tapi sekarang dia makin gila, ditekan oleh pekerjaan penuh deadline yang menyiksa (sumpah puitis abis kalimat gue XD).

Nahh~ Kalo dibilang gue mau ngikut Pak Dika dengan menulis proyek beta, nggak jugaa! *pakeaccent Malukuu yangnadanya naiik* Beta hanyaingin berceritaa! Udah ah, mulai lebay dan geje.

Nah jaddiih, gue cuman mau cerita soal dua project gue yang bakalan gue sebut project gamma dan project delta, karena alfa, dan betaaa sudah dipakai. Kau mau tahu? Ini dia!


PROJECT GAMMA

Project Gamma adalah PR rahasia dari ibunda yang sudah sering aku ceritakan. Pokoknya ini rahasia, dan jumlahnya beberapa ratus halaman. Harus selesai dalam hitungan dua-tiga bulan. Selesai. Kalo gak nanti bukan rahasia namanya.


PROJECT DELTA

Project Delta adalah lukisan kecil yang harus aku selesaikan sebelum tanggal 1 September tahun ini. (ada satu clue tersirat, yang bisa menemukannya, hebat.) Pokoknya, Agustus 30an, Project Delta udah harus terbang dari tanganku. Project Delta baru bisa dimulai setelah liburan selesai, karena ada beberapa informasi yang dibutuhkan, dan informasi itu baru ada saat sekolah sudah mulai. Dan juga karena liburan bakalan digunakan untuk menyelesaikan Project Gamma. Pokoknya gue antusias banget nyelesain project delta. Doain ya ;)



Sebelumnya terima kasih untuk Bapak Raditya Dika yang telah memberikan ide untuk membuat Projek Beta dan memberi nama bagi kedua projek tanpa nama saya. Sepertinya saya akan mengikuti jejak beliau di Projek Alfa, nah, tapi bukan laporan harian, melainkan sesuka hati.

Agent ePBiAi Donna melaporkan.

Sunday, June 28, 2009

Time for Some Logics

I got it from a friend of mine, Mr. Shakeel~!! Nih buat yang lagi gila substitusi dan matematik...

Human = eat + sleep + work + enjoy

Donkey = eat + sleep
 
Therefore,
 
Human = Donkey + work + enjoy
 
If, Human - enjoy = Donkey + work !
 
In other words,
 
Human that don't enjoy = Donkey that work
 

**************************
 
Men = eat + sleep + earn money
Donkeys = eat + sleep
 
Therefore, Men = Donkeys + earn money
 
If Men - earn money = Donkeys
 

In other words,
 
Men that don't earn money = Donkeys
 
**************************
 
Women = eat + sleep + spend
Donkeys = eat + sleep
 
Therefore, Women = Donkeys + spend
If, Women - spend = Donkeys
 
In other words, Women that don't spend = Donkeys
 
**************************
 
So the Conclusion is:
 
Men earn money not to let women become Donkeys!
 
Women spend not to let men become Donkeys!

Not You!

I like you in ivory
I like you in blue
And I really really hate it
When I stick with you like glue

I like you in orange
I like you in blue
And I just can't collect enough courage
When I'm about to say those stuffs to you

I like you in magenta
I like you in green
I like it when we think together
And spend some time to dream

I like you in pastel
I like you in beige
I like you in any color,
I don't know what's wrong with me!

29-6-2009
Donna Nadira

Sunday, June 21, 2009

Antagonis, dan Alur Hidup

Selama aku nulis, aku gak pernah bikin karakter yang murni antagonis. Pasti gak jelas kalo dia murni jahat--jahatnya cuma keluar sekali-kali. Karena rata-rata semua itu dari kisah nyata, dan selama ini, teman-temanku, kalian gak ada yang senantiasa jahat kok. ^_^ Untuk projectku yang lagi di-postpone gara-gara PR dari ibunda, ini pertama kalinya aku bikin tokoh yang murni jahat:

Dewa Hakkins.

Dia tokoh murni antagonis pertamaku. Pokoknya ngejahatin si protagonis utama mulu deh kerjaannya. Based on someone yang emang kerjaannya ngejahatin aku mulu, si Dewa ini ku'ciptakan'.

Sebetulnya, saat dulu pertama kesel sama Dewa dan lalu muncul ide cerita ini, aku udah niatin Dewa mati ketabrak truk. Tapi gajadi. Kayanya terlalu revengeful deh. Jadi, biar lebih realistis dan gak terlalu kejam, aku ganti jadi masuk penjara.


Dewa Hakkins adalah orang yang masuk dalam plot hidupku kurang-lebih 5 bulan lalu, dengan alasan membantu untuk bikin scrapbook anak SD. Ah, andai scrapbook hanya ditulis sbook...  Nah, pokonya sejak kapan lupa, dia mulai menampakkan diri aslinya, yang sampe sekarang kerjaannya adalah menjahati diriku. Ini baru antagonis...

Btw, namanya kudapat dari... umm... Aku ga tau dapet nama depannya dari mana. Tapi 'Hakkins' kuambil dari kata 'hakkin' yang berarti platinum (haku: white, kin: gold), cara membaca yang benar dari surname si Dewa punya alias. Dia tuh punya banyak alias tauk, so hati-hati... Baidewei lagi, Dewa sendiri kayanya gak tau kalo aku bener-bener mau ngelindes dia pake truk. Soalnya I'm a good actress hahha~ so he doesn't know...

Pokoknya aku suka hidupku ^_^ (habis bisa dibikin sumber income sih XD Thanks Dew, for being such a bad friend and giving me good ideas)

Friday, June 19, 2009

Toshiro Masuda

Dulu, waktu ngefans sama Naruto gak ketulungan, gue mengumpulkan sampe lengkap soundtrack bahkan background music Naruto yang ada. Dulu pun, gue juga sempet bercita-cita untuk menjadi musisi hebat serupa Toshiro Masuda, sang penggubah semua background music Naruto. Beliau menggabungkan musik tradisional Jepang dengan musik kontemporer, dan gabungannya itu ngena, klop, maknyus, top margotop surotop dll. Gak maksa.

Dan satu yang gue suka dari beliau: yang dilakukan bukan cuma orkestrasi atau westernization dari nada-nada jepang terus dipindahin ke alat musik barat, hoo tiidak. Beliau memakai alat musik jepun tradisional asli, digabungkan dengan bau jaman sekarang--entah techno-nya, entah gitar atau apa.

Itulah yang ingin gue capai suatu hari nanti. Gak tau ini cita-cita apa khayalan doang (nonton Mario Teguh gak waktu itu?). Yang jelas, gue ingin bisa menggabungkan musik Indonesia, dengan alat musik Indonesia, nada Indonesia, lalu dikasih bau barat.

Berhubung etnis bangsa kita ada banyak banget: Melayu, Jawa, Sunda, Dayak, Bugis, Dani, Asmat... Itu aja yang terhitung besar dan representatif dari daerahnya. Belum yang suku minor model Baduy atau Kerinci atau apa... Jadi, ya mungkin kita ambil yang paling representatif--dan sampai ini satu-satunya tangga nada tradisional yang gue tau--dari Indonesia, yaitu nada pentatonik Jawa!

Kan bisa tuh, kita gabungin gamelan terus masukin ke dalem musik rock. *ngayal mode ON* YEAAWWW~!!

Atau mungkin menggabungkan musik Sunda dengan Jepang? Hahha... Komposisi kedua race dan etnis ini memang unik. Mirip. Banyak samanya. Urang Sunda punya kembaran koto: kecapi. Punya kembaran shakuhachi: suling. Hahha~ tangga nadanya sih kayanya beda, maklum, kurang kenal sunda saya ^^V

Atau mungkin menggabungkan kecapi dengan biola? Gak tau kenapa itu kayanya bakalan kedengeran keren.

Dan lain-lain. Pokonya, mungkin nanti gue ngambil master traditional music di "GOLKAAR"!!! ehm, unip ind maksudnya *cinta golkar banget gue*. Soalnya di "demokrat" gak bakalan ada tuh yang namanya seni musik. Demokrat kan buat para IPAwan, hahha~

Atau mungkin di UGM? Di situ gue ada kenalan, bule, temennya guru. Dia anak aussie pertukaran pelajar. Dia belajar main gamelan dan bajep. Haha future form gue banget nih orang. Tapi cowok. Gue bukan cowok-di-masa-depan yaw.

Entah. Hah lulus SMP aja belon udah mikirin kuliah XD

Tapi kan itu cara untuk meraih cita-cita menjadi Toshiro Masuda-nya Indoneesia!! BANJAY~!

IN-DO-NE-SIA! *prokprok-prokprok-prok!*  IN-DO-NE-SIA! *prokprok-prokprok-prok!*

Friday, May 29, 2009

haru

Sebelumnya, aku udah nulis 4 puisi berjudul haru (musim semi), rata-rata isinya soal 'indahnya musim semi' dan 'ketakutanku pada musim panas'. Udah baca haru(1)? Belom? Click here.
Sudah? Kalo mau, aku ketik lagi, okai? Dan aku berani ngepost karena lumayan yakin para manusia yang disinggung gak bakalan baca :D Kupersembahkan, tetralogi musim semiku:

haru(1)

kukira aku harus bisa membaca pikiran untuk mengerti.
oh. rupanya permainan ini tidak menggunakan kode yang berarti.
kukira jawaban teka teki akan berakhir seperti musim gugur
saat semua harus hilang dan luntur...

tapi aku salah,
aku mendapatkan mimpiku:
senyuman dan tawa, datang semudah itu.

ya...
aku hanya ingin menjaga semua
selamanya

22-5-2009
Donna Nadira
yang kehabisan cara untuk berkata dan tetap diam di waktu yang sama


haru(2)

aku sudah tidak terlalu ingat kakak
dua puluh hari lalu
kau tahu, waktu berjalan sesuai perasaan
dan ingatan manusia tidak seabadi komputer

hari ini, aku masih bisa mencium bau hujan
tapi tidak melihat lagi konfeti jatuh dari pohon
meski memang aku tidak pernah melihatnya
dan mungkin mereka masih berjatuhan jauh di sana

aku ingin melihat apa yang kuingat
dua puluh hari lalu
di hari terakhir saat konfeti terakhir jatuh
sebelum musim panas mengharuskanmu pergi

23-5-2009
Donna Nadira
andai kau nyata
karena kutahu kau ada untukku


haru(3)

(1)
ternyata, petunjuk permainan ini menjebakku
kukira cantik sudah ada di situ
maaf, tapi aku akan ada untukmu

(2)
untuk kakak
meski nanti aku masih bisa melihatmu,
aku teramat takut pada kepastian musim panas
terima kasih
karena kau belum lupa pada ucapan terlupa itu
kau ada

27-5-2009
Donna Nadira
aku sayang kalian meski bukan itu maksudnya


haru(4)

umm, aku tidak berani berdedikasi lagi kali ini.
tapi terima kasih,
karena kau tetap ada kala semua orang menghilang
dan, aku mendengar beberapa kalimat berharga tanpa memintamu mendiktekannya

aku boleh kecil selamanya? aku senang merasa kecil di dekatmu
andai memeluk itu diperbolehkan.
ayah juga.
terima kasih. :)

29-5-2009
Donna Nadira
umm... pasti kau rasa ini berlebihan. tapi aku hanya menulis yang ada di benakku saja.

Dewa (di chapbook dan yang asli)

Ini adalah salah satu dari karakter kembar di chapbook keduaku, Untitled. Mereka adalah Bayang dan Bayang si Bayang. Kita mulai dari Dewa, Bayang si Bayang. Buat Bayang, nanti lah menyusul.


1. Di Buku.

Dewa Hakkins adalah seorang penari ballet internasional. Ia berusia 17 tahun dan tingginya 175 cm. Seperti kembarannya, Richie Ilham, Rio Ilham a.k.a. Dewa Hakkins memakai kacamata, berpipi gembil dan berambut tebal agak ikal. Pada usia 15, ia pernah mementaskan tari "Aku Ramayana" bersama grupnya di Asia's Branch of International Ballet Academy keliling Eropa. Dewa Hakkins mendapatkan namanya saat ia harus mementaskan peran dokter jahat dalam salah satu tariannya. Sampai sekarang, Dewa masih menari dan bersekolah di Tim-Wasons High. Ayahnya, Raihan Ilham adalah arranger musik ternama dan sudah sering membantu di beragam acara, baik besar maupun kecil.


2. Aslinya

ZzZzZz ZzZzZzZz a.k.a. Dewa Hakkins adalah seorang badut kaprut yang suka membuntut ayahnya, Raihan Ilham ke Hexmon dikala beliau dibutuhkan. Dewa Hakkins memang bisa dibilang ternama, di dunia badut. Seperti kembarannya, Bayang, ZzZzZz ZzZzZzZz a.k.a. Dewa Hakkins memakai kacamata, berpipi gembil dan berambut tebal agak ikal.

Pada usia sekian, ia bergabung di Asia's Branch of International Clown Association. Dewa Hakkins mendapatkan namanya saat ia harus gak tau memerankan apa dalam salah satu sirkusnya. Sampai sekarang, Dewa masih membadut dan bersekolah di Apayalupa High. Ayahnya, Raihan Ilham adalah arranger musik ternama dan sudah sering membantu di beragam acara, baik besar maupun kecil.


Bagaimana? Aku jago memoles karakter kan, yang rebeg jadi keren?

Friday, May 15, 2009

Dewa Dableg

Oke, mulai sekarang, kita panggil si BSB ini Dewa. Biar kujelaskan lagi siapa dirinya, semua nama samaran: Dewa adalah sodara dari temanku, Rika, anak angkatan 4 Al-Fath. Yang jelas, ada relative-nya yang sangat membantu, terutama urusan sCRAPbook. Dewa a.k.a. BSB memiliki banyak nama alias, dan itu membetekan. Dewa juga merupakan alasan mengapa sejak bulan April 2009 aku selalu mengcapitalize 'crap' dalam kata 'scrapbook', karena dia juga berperan dalam pembuatan sCRAPbook Al-Fath Akt 3.

Dewa adalah namaku untuknya untuk (rencananya) novel keduaku, tapi bukan sequel dari Sir Junior. Tapi, sayang sekali, karena cerita aslinya super geje, aku jadi males nulisnya. Namanya sih keren, Dewa Langit. Seperti orang aslinya yang nama aslinya nya biasa aja, nama Dewa di novel juga hanya samaran. Nama asli dari karakter Dewa Langit di kerangka novelku ini adalah Rio Ilham.

Kembali ke orang aslinya, Dewa sebetulnya adalah anak yang super supel dan lumayan nyambung. Meski emang kapasitas kepalanya--yang bisa dibilang rada kering--udah keliatan dari mukanya, tapi anaknya lebay (gak nyambung). Suaranya gue akui fascinating. Seorang badut, seperti yang kudeskripsikan di dua tulisanku, akrilik(1) dan akrilik(2).

Hal yang paling ngebetein adalah, sejak gue nraktir Dewa, dia geer kalo gue suka sama dia. Okay it was history, I have to admit it. Tapi cuman tiga hari! Apa artinya coba?? =_= And since I knew his gf's name, he always acts like a jerk, showing off 'what he's doing right now'. Really, that's making me sick. I don't care! Like I'm gonna get irritated for that?!

I'm really sick of that. And just today... okay, I'll tell the story.

Aku masih BETE BANGET sama Dewa yang supernyebelin belakangan ini. Hari ini, I went home with Mrs TK's-Principal, and on the way, she called someone at school, saying something like this, "Li, nanti tolong ya minta Pak ****** (Dewa's dad) print foto-foto anak-anak, ukurannya yang gede. Nanti kan bisa dipajang tuh..." dan bla-bla-bla soal sCRAPbook TK.

Mendengar conversation tadi yang hanya berkaitan dengan foto dan Dewa's dad, aku hanya mengepal-ngepal tinjuku menahan emosi. Untung Mrs TK's-Principal gak liat... Udah tau orang lagi gedeg sama sesuatu, malah ngomongin yang ada hubungannya sama itu! Lama banget lagi! Lima menitan lebih. Yeah. Cool. s-books. Uhhuh. *not interested*

Masih bete, tapi diredakan oleh yang tersisa di otakku soal senyum Selasa.

Tuesday, May 12, 2009

Beau no Baasudee

Kyou wa Beau no baasudee dayo~!! Otanjoubi omedetou gozaimasu, Beau-kun~!

Yakk, hari ini, adalah... hari Selasa. Hari ini dimulai dengan berangkat dari rumah pukul 6.10an (terima kasih DIKNAS karena telah membuat anak SD libur dan gue bisa berangkat siangan). Waktu udah mau jemput Puri, ia bertanya di telpon, "Kak, udah sampe mana?"
"Deket. See you in minutes."
"Ok bye."

-minutes later-

"Heyy... You wasted something like 5 minutes! You said it will be a minute!" katanya.
"?? I said in minutes!"
"A minute!"
"Minutes!"
dan berantemlah. Rawwr. Meong. Rawwr.

>>let's skip some parts>>

Terus, setibanya di sekolah dan belajar art, rupanya gue diberi ilmu gratis oleh... ahahaha...

Terus, waktu lunch, ada Sheila~!!!! Yaay~!!! Kita pun akhirnya janjian di Kelapa Gading minggu depan; ada event ;).

Terus, waktu break (lah? break kan duluan non...), aku menunjukkan sesuatu pada siapa ya lupa. Kelihatannya si siapa ya lupa senang sekali~!

Terus waktu TI kami dikenai tes a.k.a. ulangan alias formatif. Standar sih materinya, soal excel. Tapi gue lupa. (tanpa dosa gitu gue ngaku lupa materi)

Terus, waktu gue udah selesai, gue pun keluar kelas, kata Mr Hinki, ada sesuatu. Yup. Sesuatu... that smells SOOOO SCRUMPTIOUS and mouth-watering... Hmm... Baunya kaya--apa sih tuh namanya? Burritos? Tortillas? Pokonya makanan Mexico-Spanyol.

TACO!!!

Hadoh pokonya sumpah baunya enak banget. Terus, setelah melayangkan pandangan, depp. Beau no emak. Nyeeeuu... Gue sih secara otomatis senyum, soalnya udah keprogram aja, ada orang, senyum. Tapi dijuteekiin T_T Huakkss no gut no gut... Igghh paaayaahh... Mungkin gue coba tersenyum lagi pada beliau nanti.

Terus, setelah sempat moto-moto 'pesta' berisi nasi-dan-ayam-dengan-bau-taco-yang-gue-yakin-emang-weeenak, gue pun moto sepatu-sepatu, disuruh foto sama Rico, dan lupa. Terus, gue kasih, barang handmade-setengah-factorymade buatan gue pada Beau sebagai kado 1: Buku~!!!

Gue bilang, "Umpetin!" dan kau tahu? Kagak dimasukin tas oleh dirinya!!! Blongaaaauuu!!!

Terus gue dan Fina pun ke lapangan untuk ceprat ceprut lagi.

En go hom.


Et dah belon kelar. Jadi, Om Widi kaga berangkat-rangkat gara-gara belom dapet uang bensin. Gue pun sempet bantu cari Ms Dewi. Tapi udah molor 5 menit gak nemu-nemu. Ya wis, langsung jalan. Malang, waktu udah sampe Cinere Mas, Ms Dewi nelpon, katanya jemput Mrs Diar dulu. Wokeh, kami pun balik dengan rasa jengkel.

Dan Mrs Diar yang pulang duluan, jadinya gue nyampe rumah jam 6 kalo ga salah. Terus, apa ya lupa. Tamat.

Saturday, May 9, 2009

愛 est lap.

mengutip lagu yang gua disuruh apalin sama BSB, 'love is a strange magic'... ma. it is.
kalo gak ada cinta, manusia pasti udah punah ;) (heh beranak pake sertipikat lu!)
kalo gak ada cinta, kagak ada orang yang mau ngadepin orang yang ngoyo 1/4 idup kalo lagi ngambek sebagai paro atinye. setdah. wakak pis yah.

kalo gak ada cinta, gak ada orang yang mati ngelindungin orang lain.
kalo gak ada cinta, ngapain gue ngepost ini?
manusia akan terlihat mati.
dunia abu-abu.
gak tau lagi. separah, niat-masohis dan sengemo apapun gue, gue masih punya hati.

apa jadinya dunia...?

Thursday, May 7, 2009

Teman

Oke, bukankah itu hal yang bagus kalau semua orang—setidaknya para siswi—di kelas mempercayaimu? Ya, hampir semuanya pernah menceritakan rahasia mereka padaku. Dan kali ini, semua bertambah rumit.

Kalian tahu B kan? Ah, B untuk Brengsek!! Hari ini dialah yang membuat konflik utama cerita ini.

Aku, Putri (dia itu si A. Sebut saja Putri mulai dari sekarang), dan B memiliki ikatan batin satu arah yang kuat. Tiap kali B akan mendapat masalah atau merasakan sakit, pasti Putri yang pertama merasakan dan aku yang kedua. Terkadang aku duluan yang tahu bahwa akan ada masalah dengan B. Tapi sepertinya tidak pernah ada apa-apa dengan B jika aku atau Putri akan mengahdapi masalah.

Beberapa hari yang lalu, B mengalami cedera yang lumayan parah: tempurung kakinya retak. Putri yang ‘meramalkan’nya, sedang aku tidak merasa atau mengalami apa-apa. B pun akhirnya tidak masuk sejak sehari setelah kejadian sampai sekarang.

Belakangan, B sedang dekat dengan (sebut saja) Panda. Panda menceritakan semua dialog pesan singkatnya dengan B belakangan padaku. Untunglah, tidak ada yang buruk seperti apa yang dialami Putri. Aku tahu, dari bahasa yang aneh dan halus yang dipakai, bahwa ada ‘yang salah’ pada B.

Panda sendiri juga mulai curiga bahwa memang ‘ada yang salah’ pada B berkaitan dengannya.

Prolog selesai.

 

***

 

Hari ini Kamis 7 Mei 2009, kami sedang menggunakan ruangan lab komputer untuk mencari sumber untuk tulisan kami. Namun, pengawasan lengang, dan Putri pun mulai mengajakku bicara. Tentang telepati pada B lagi—sebetulnya tentang mimpi, tapi sangat berkaitan dengan B.

“Don, gue mimpi, jadi gue tuh keluar mobil, terus tiba-tiba ditarik-tarik seseorang gitu. Gue kebawa lari dong. Nah terus, dia berhenti. Kita tuh lagi ada di basement gitu, dan gue liat si B. Dia tuh gayanya kaya supir yang lagi nungguin tuannya belanja, makan sambil duduk di kursi panjang gitu,” begitu ia memulai ceritanya padaku.

Ia pun melanjutkan, “Terus, gue kan dadah-in dia. Tapi dia gak denger gue. Gue dadah lagi, tapi tetep. Gue jadi kaya gak keliatan sama dia gitu. Gue bingung kenapa. Tapi gue yakin, mimpi gue tadi ada artinya.”

Tunggu. Semua mulai masuk akal. “Bentar bentar bentar. Kapan lo mimpinya, Put?” tanyaku.

Cepat ia menjawab, “Beberapa—umm, 3 hari yang lalu.”

Benar. Beberapa hari yang lalu. Semuanya jadi masuk akal sekarang. Aku ingat semua SMS dari B ke Panda. Semua. Dan sakitnya B setelah ia dan Putri berpisah. Dan sakitnya Putri karena hal yang sama, yang mungkin dua kali lebih parah. B tidak bisa mendengar Putri. Karena Panda?

Saat itu pelajaran bahasa inggris, otomatis kami sedang berbahasa inggris waktu itu. Langsung, masih dalam keadaan kaget, aku mengucap, “That will become reality in a matter of days—no, maybe less than days. Put, I mean it.”

“Maksud lo? Bahasa Indonesia-in deh,” ia berkata bingung.

“Dalem itungan hari, Put. Dalem itungan hari. Semua bakalan terjadi,” aku berkata, dikuasai ‘jiwa filosofis’-ku kala itu.

“Apanya yang dalem itungan hari???” sepertinya ia sama sekali tidak mengerti.

“Mimpi lo,” kujawab lagi. Kubiarkan dia bingung—aku tidak ingin Putri mengerti untuk sekarang.

 

B tidak akan mendengar Putri karena Panda. Itu arti mimpi Putri 3 hari yang lalu.

 

***

 

7 Mei 2009, 17.31 sore.

Aku sedang menonton ‘Aku-Mencintaimu-Paris’, dan di tengah film pendek ke—umm, mungkin 4, aku mendapat sebuah SMS. Nomor tidak dikenal.

onna. dy nmbk gue. gmana n?

Oh iya, Panda baru ganti HP—dan nomor—beberapa hari yang lalu. Sepertinya aku salah catat nomor.

Aku pun langsung menelepon nomor itu, tahu kalau itu Panda.

“Halo Don?” ucapnya begitu mengangkat telepon.

“Panda?” tanyaku.

“Iya. Lu tolongin gue dong…” ia berkata, dengan suara yang teramat memohon.

Aku hanya ingat cerita Putri beberapa jam yang lalu. Tidak kusangka perkiraanku terjadi lebih cepat: hitungan jam, bukan hari. Satu-satunya hal yang kupikirkan tadi adalah “gue-lebih-bingung-daripada-lo-karena-ada-beberapa- hal-yang-lo-gak-tau”.

Aku tidak bisa membayangkan apa rasanya menjadi Putri, jika aku usulkan pada Panda untuk berkata ‘iya’. Dan aku tahu bukan hal yang baik untuk menolak. Aku merasa menjadi orang munafik selama semenit.

“Umm… Gimana ya Pan?” aku menjawab tanpa memberi jawaban. “Gue lebih bingung daripada elo sendiri, jujur.”

“Yaah Doon~”

Aku dibebani rasa bersalah pada Putri. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Akhirnya aku menyusun kata-kata, “Umm, o… oke. Gue cuman minta lu hati-hati sama si B. Itu aja. Sebetulnya, dia tuh baik. Tapi emang sangat mungkin dia balik lagi jadi ‘kaya dulu’.”

Kami diam lagi. Mungkin jika percakapan kami digambarkan ke dalam grafik suara, akan ada lebih banyak garis datar daripada gambar gelombang. Aku sendiri lupa kata-kata apa saja yang tiba-tiba keluar dari mulutku dengan bijak. Sepertinya diri-bijak-ku yang sedang berkuasa tadi.

Pada akhirnya, aku mengusulkan pada Panda untuk berkata iya setelah beberapa hari, setelah ia berjanji padaku untuk langsung menampar B dan—okay, uncensored part—menendang thing-between-the-legs milik B jika si B mulai ‘beraksi’ lagi. Panda sudah berjanji padaku hal itu tiga kali, dan aku ingin melihat B saat itu terjadi XD

 

***

 

B, gue masih belom terlalu percaya sama lo. Buktiin ke gue kali ini: jangan ancurin temen gue lagi.

 

 

Gimana gaya bahasa gue? Keren gak? Apa elu kaga ngatri lagi?